0362 - 22488
pmdbuleleng@gmail.com
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Expo dan Penutupan KKN IPE Poltekkes Kemenkes Denpasar 2025: Sinergi Mewujudkan Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer

Admin dispmd | 07 Februari 2025 | 109 kali

Buleleng, 7 Februari 2025 - Dinas PMD Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Sekdis, Gede Sasnita Ariawan, mengadiri kegiatan Expo dan Penutupan Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Poltekkes Kemenkes Denpasar di Balai Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Acara ini mengusung tema "Sinergisme KKN IPE Dalam Mewujudkan Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer".


Hadir dalam kegiatan ini Pj. Bupati Buleleng yang diwakili oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Perwakilan BPBD, Sekretaris Dinas PMD, Perwakilan Dinas Koperasi, Camat Tejakula, Kepala Puskesmas Tejakula, para Perbekel se-Kecamatan Tejakula, Kepala Poltekkes beserta jajaran, BPD Desa, dan Klian Adat.


Dr. Sri Rahayu, S.Tr.Keb., S.Kep., Ners., M.Kes., selaku Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, menyampaikan bahwa dalam KKN ini, mahasiswa tidak hanya fokus pada kegiatan kesehatan, tetapi juga berkolaborasi dengan beberapa dinas seperti BPBD, Dinas Koperasi, dan Pemerintahan Desa. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam menangani permasalahan kesehatan di desa.


Diwakili oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pj. Bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan KKN oleh Poltekkes Denpasar yang telah membantu dan memberikan manfaat bagi kesehatan warga Tejakula, khususnya.


Koordinator umum KKN IPE Kecamatan Tejakula Tahun 2025 melaporkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan dari 20 Januari hingga 7 Februari 2025 di 9 desa: Tembok, Sambirenteng, Les, Tejakula, Penuktukan, Madenan, Julah, Bondalem, dan Pacung. Sebanyak 309 mahasiswa dari berbagai jurusan terlibat dalam kegiatan ini.


Fokus kegiatan adalah edukasi masyarakat dengan penguatan peran kader, kampanye menggunakan platform digital dan media cetak, guna membangun gerakan dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi permasalahan seperti penyakit tidak menular, stunting, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan.


Total 1.506 Kepala Keluarga (KK) telah dikaji dalam program ini. Setiap minggu, kegiatan difokuskan pada pengumpulan data, analisis masalah, perencanaan intervensi, edukasi kesehatan, pembuatan media edukasi, hingga implementasi program.


Program unggulan tahun ini adalah DESTANA (Desa Tangguh Bencana), di mana mahasiswa membantu perangkat desa dalam sosialisasi dan pelatihan kepada kader, masyarakat, dan anak sekolah.


Dalam Expo ini, ditampilkan berbagai produk pangan lokal sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) hasil kreasi mahasiswa dan masyarakat setempat, antara lain:

- Desa Tembok: Nuget Ikan Kelor

- Desa Sambirenteng: Mie Kembung

- Desa Les: Fly Fish Bites dan Noni Blue

- Desa Tejakula: Fish Pancake, Pudding Kelambu, Sumping Ubi Ungu

- Desa Penuktukan: Dimsum Ikan dan Abon Ikan

- Desa Madenan: Bola-Bola Ubi Isian Ayam Kelor, Alpukat Jelly Susu

- Desa Julah: Rolade Ikan Wortel, Bola-Bola Ubi

- Desa Bondalem: Kroket Silang (Singkong Ikan Layang) Kelor, dan Jelly Bayam Jahe

- Desa Pacung: Jaseko (Jahe Sereh Kelor Minuman), Tokelo (Tongkol Kelor, Wortel, dan Cerocot)


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam transformasi pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Tejakula.