Denpasar, 7 Januari 2026 - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, memimpin Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kegiatan TP PKK Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gedung Kertha Sabha, Jaya Sabha Denpasar. Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, bersama jajaran TP PKK Kabupaten Buleleng dan Perangkat Daerah terkait, termasuk Kepala Dinas PMD Kabupaten Buleleng, Made Supartawan.
Rakornis yang juga dihadiri oleh Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, serta unsur Pokja dan perangkat TP PKK lainnya merupakan bagian dari langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan teknis pelaksanaan program-program kerja PKK di tahun 2026. Adapun program yang dibahas antara lain Aksi Sosial, Pasar Rakyat, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, Gerakan Kulkul PKK, dan Posyandu.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menyampaikan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X Tahun 2025 berupa tiga buku pedoman kegiatan, yang telah dibagikan melalui link digital kepada TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota. Pedoman ini diharapkan menjadi acuan pemahaman mulai dari level pusat hingga desa, sehingga pelaksanaan program dapat lebih terarah dan efektif di lapangan.
“Buku pedoman ini penting agar kita semua memahami tugas dan langkah yang harus dilakukan TP PKK, terutama di tingkat desa. Dengan pemahaman itu, pelaksanaan program unggulan PKK akan menjangkau sasaran secara lebih tepat dan berdampak,” ujar Ny. Putri Koster dalam rakornis.
Rakornis menegaskan bahwa untuk tahun 2026, TP PKK Provinsi Bali akan tetap fokus pada dua program utama, yaitu Sosialisasi dan Aksi Sosial yang langsung menyasar masyarakat di tingkat desa.
Program Pasar Rakyat menjadi acara pembuka yang direncanakan oleh TP PKK Provinsi Bali dengan menghadirkan 200 orang masyarakat penerima bantuan, dan kegiatan ini akan berlanjut di Kabupaten/Kota se-Bali pada bulan-bulan berikutnya. Sedangkan tema besar untuk kegiatan aksi sosial di tahun 2026 adalah “Bergerak dan Berbagi”, dimana TP PKK Provinsi Bali akan turun langsung dua kali setahun ke wilayah kabupaten dengan menyasar 6 desa di setiap Kabupaten/Kota se-Bali, serta menghadirkan 50 orang penerima bantuan dalam setiap kegiatan.
Langkah ini sejalan dengan semangat PKK untuk mendorong pemberdayaan masyarakat secara langsung, sebagaimana telah diapresiasi pada berbagai kesempatan oleh TP PKK pusat dan daerah sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam pembangunan sosial dan ekonomi lokal. Beberapa media nasional sebelumnya juga menyoroti pentingnya peran PKK dalam memperkuat keterlibatan masyarakat di desa melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan keluarga.
Selain itu, Ny. Putri Koster juga menekankan kembali pentingnya “Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu” untuk memanggil kembali peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesehatan.
“Gerakan ini bertujuan agar masyarakat bersama keluarga kembali bangun kesadaran untuk merawat lingkungan sekitar dan meningkatkan kesehatan keluarga melalui Posyandu. TP PKK/TP Posyandu di Kabupaten/Kota diharapkan dapat mengkoordinasikan gerakan ini melalui kecamatan dan desa/kelurahan, kemudian diteruskan hingga tingkat dasawisma dan kader Posyandu,” ujar Ny. Putri Koster.
Dalam kegiatan ini masyarakat diharapkan ikut aktif dengan membunyikan kulkul pada pukul 06.00 hingga 08.00 pagi, serta membersihkan lingkungan sekitar rumah sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan lingkungan. Model kegiatan seperti ini telah diterapkan dan dilaporkan efektif di sejumlah desa percontohan di Bali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.
Rakornis Teknis TP PKK Provinsi Bali Tahun 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas kabupaten/kota demi menyukseskan program kerja PKK yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa. Dengan koordinasi yang jelas, diharapkan seluruh program dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif yang luas bagi keluarga dan masyarakat Bali.