Buleleng, 11 Februari 2026 –
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana (PMDPPKB) Kabupaten Buleleng menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana
Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Busungbiu yang berlangsung pada Rabu, 11
Februari 2026 bertempat di Aula Kantor Perbekel Desa Kedis, Kecamatan
Busungbiu.
Dinas PMDPPKB Kabupaten Buleleng
dalam kesempatan ini diwakili oleh Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat,
Ngurah Putu Adnyana, didampingi staf perencanaan, Pande Wijaya dan Hendra Yudhapratama.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Badan
Perencanaan Daerah (Bappeda), Camat Busungbiu, Kapolsek Busungbiu dan Danramil
Busungbiu. Turut hadir perwakilan masing-masing SKPD beserta para
Perbekel/perwakilan seluruh desa di Kecamatan Busungbiu.
Acara dibuka dengan sambutan oleh
Camat Busungbiu, dilanjutkan dengan arahan oleh Kepala Bappeda, Komang Audi
Berawijaya, SE., M.Si. Dalam arahannya Kepala Bappeda menekankan terkait
prioritas pembangunan yang mengangkat tema "Peningkatan Sumber Daya
Manusia yang Berkualitas, Guna Menopang Kebangkitan Ekonomi dan Kondisi Sosial
Masyarakat". Beliau juga menyampaikan terkait skema pembagian pagu
indikatif, yakni dengan skema arisan dan bagi rata. Untuk skema arisan,
nantinya pagu indikatif akan dibagikan kepada 5 desa terpilih, sehingga dalam 3
tahun semua desa bisa mendapat pagu lebih besar, sehingga usulan kegiatan di
desa bisa dilaksanakan secara optimal.
Selanjutnya penyampaian dan
diskusi mengenai 3 usulan prioritas dari masing-masing desa. Setelah diskusi
dilakukan voting oleh masing-masing Perbekel untuk menentukan skema pembagian
pagu indikatif, dan dari hasil voting disetujui pagu akan dibagi rata kesemua
desa. Dalam musrenbang kali ini Dinas
PMDPPKB Kabupaten Buleleng tidak memperoleh prioritas usulan yang disampaikan
oleh desa.
Melalui pelaksanaan Musrenbang
ini diharapkan dapat menghimpun dan menyelaraskan aspirasi serta kebutuhan
masyarakat sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan daerah. Sehingga pemerintah
dan masyarakat dapat bersama-sama menentukan prioritas program dan kegiatan
yang sesuai dengan kondisi serta potensi wilayah.